Menjinakkan Ego Sang Jawara: Setahun Tirakat, Cendet Sewu Kutho Milik Putra Katong Arjuna SF Mengguncang SH
SOLO — Mengorbitkan burung cendet ke tangga juara itu mudah, tetapi mempertahankan kestabilan burung dengan power meledak-ledak dan materi lagu mewah adalah seni tingkat tinggi. Di kalangan cendet mania, diketahui bahwa burung dengan spek di atas rata-rata biasanya memiliki ego yang sama besarnya. Salah sedikit dalam perawatan, performa di lapangan taruhannya.
Hal inilah yang sempat menjadi teka-teki besar bagi Putra Katong, dari Arjuna SF. Namun, sebuah pembuktian baru saja tersaji lewat gacoan andalannya, cendet Sewu Kutho, di gelaran Latpres SHC, Rabu, 17 Juni 2026.
Bertarung di kelas Cendet Solo A (Tiket 150K) yang dipadati burung-burung papan atas Blok Tengah, Sewu Kutho tampil kesetanan dan sukses mengamankan podium Juara 2. Prestasi ini adalah sebuah simbol kemenangan atas proses panjang yang menguji batas kesabaran sang pemilik beserta sang mekanik.
Kolaborasi Putra Katong & Topik
Menampilkan Sewu Kutho di atas gantangan membutuhkan formula yang tidak instan. Dengan volume tembus dan rentetan materi isian yang rapat, burung ini ibarat mesin turbo; jika tidak dikendalikan dengan tepat, ia bisa "overheat" di lapangan.
Di balik performa sangar Sewu Kutho, ada sentuhan tangan dingin Topik, sang perawat setianya. Hampir satu tahun lamanya, Topik bersama Putra Katong berjibaku melakukan bongkar pasang settingan. Mulai dari porsi pakan, pola mandi, jemur, hingga penempatan sangkar harian terus dievaluasi demi menemukan titik kenyamanan sang burung.
"Burung berkarakter power murni seperti Sewu Kutho tidak bisa dipaksa. Kita yang harus membaca maunya burung, bukan burung yang mengikuti kemauan kita. Kuncinya hanya satu: sabar dan telaten," ungkap Topik di sela-sela mengondisikan burung di pedok.
Selama masa tirakat satu tahun itu, pasang surut penampilan di lapangan menjadi makanan sehari-hari Arjuna SF. Namun, chemistry kuat antara Putra Katong yang dan Topik yang jeli merawat, perlahan mulai mengikis ketidakstabilan tersebut.
Buah Manis Penantian Lintas EO
Kini, setelah satu tahun penuh penantian, kesabaran duet Putra Katong dan Topik menuai hasil yang sangat manis. Sewu Kutho tidak lagi tampil angin-anginan. Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa event lintas Organisasi Perburungan (EO) berhasil dilalui dengan torehan prestasi yang membanggakan.
ags
Post a Comment